|
Dr Purindro bersama Dihin Setyanto |
Bertempat di Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat, Sabtu, 9 Nopember 2013, Himpunan
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonusa Esa Unggul menyelenggarakan academic workshop dengan thema
Success For Being A Young Entrepreneur. Acara ini diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa Fakultas Ekonomi dengan menghadirkan
pembicara seminar Direktur
Indonesian Entrepreneur Society (IES) dan dr Purindro, salah satu narasumber IES.
|
Bambang Suharno dan Dihin Septyanto |
Pada sesi pertama Dr Purindro menyampaikan materi
Character Building sedangkan sesi kedua diisi oleh Bambang Suharno dengan topik
Business Motivation. Acara dipandu oleh Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Univ Indonusa-Dihin Septyanto selaku moderator .
Dr Purindro adalah seorang dokter yang kini dikenal sebagai
Change Motivator menyampaikan pentingnya karakter entrepreneur dibangun sejak mahasiswa. Dengan pendekatan ilmu kedokteran ia menjelaskan bahwa terciptanya manusia merupakan proses seleksi yang sangat ketat dari 300 juta sperma sehingga terpilih satu untuk menjadi manusia. Untuk itu sikap menjadi manusia sukses harus menjadi bagian dari sikap keseharian manusia.
|
bersama panitia seminar |
Sementara itu Bambang Suharno menguraikan bagaimana mental entrepreneur itu harus dibangun dengan etika yang baik sejak mahasiswa. Mental entrepreneur yang dimaksud adalah mental produktif, mental pemberdaya dan mental tangan di atas. Sebagai kaum muda, mahasiswa harus memulai bisnis dengan cara-cara yang baik. Harus berani menolak penawaran kolusi dan cara-cara lain yang tidak halal dan merugikan banyak pihak. Cara berbisnis dengan mengandalkan kolusi atau sejenisnya cepat atau lambat akan membuat rejeki yang diperoleh tidak bermakna, tidak membawa berkah.
"Percayalah rejeki halal itu masih melimpah. Indonesia berpenduduk 240 juta, dengan pertumbuhan pendapatan yang terus meningkat. Ini merupakan konsumen yang sangat besar," kata Bambang.
Ia menekankan, wilayah Jabodetabek saja sudah berpenduduk 25 juta, yang jumlahnya sama banyak dengan jumlah penduduk Malaysia. Hanya dengan melihat Jabodetabek saja,
peluang bisnis sudah demikian banyak.